Gyoza si Pangsit Jepang

 

gyoza, pangsit jepang
gyoza, pangsit jepang

resepnya saya ambil dari acara masak-masak ala Jepang di YouTube, yaitu Cooking With Dog :
http://www.youtube.com/watch?v=r8MBX-SXnmg

nah, resep selengkapnya akan saya uraikan disini (resep sudah dimodifikasi agar siapapun dapat menyantapnya dan InsyaAllah saya jamin kehalalannya) selamat mencoba 😀

 

Gyoza Recipe (Japanese Fried Dumplings)

Ingredients :

  • 120g Ground Pork (switch with ground beef or ground chicken)
  • 100g Cabbage
  • 50g Onion
  • 50g Nira – Garlic Chives
  • 1/2 tbsp Soy Sauce
  • 1/2 tsp Sugar
  • A pinch of Pepper
  • 1 tbsp Sake (skip)
  • 1/2 tbsp Sesame Oil
  • 1 tbsp Potato Starch (switch with cassava starch)
  • 1 tsp Grated Garlic
  • 1/2 tsp Grated Ginger
  • 1/2 tbsp Oyster Sauce
  • 25 Gyoza Skins
  • 1 tbsp Sesame Oil
  • Flour for dusting

Gyoza Dipping Sauce 

  • 1 tbsp Black/White Vinegar
  • 1 tsp Soy Sauce
  • Chili oil or sesame oil

 

Advertisements

Night of Reunion — from pen to pan

(sudah cukup lama tidak main-main kesini…. ternyata masih ada note yang bersembunyi di draft, hyaaa~)

baiklah, mari kita awali saja dengan Bismillah…. Yaa Rahman Yaa Rahiim

Sekilas cerita…. Sudah satu setengah bulan yang lalu saya meninggalkan rumah demi mengemban tugas dari Univ dan Fakultas, yaitu mengabdi dan melayani masyarakat yang dikemas dalam serangkaian agenda KKN — kuliah kerja nyata di Nanggulan, West Progo. Bentuk pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat yaitu melakukan survey mengenai kelayakan tempat tinggal dan keadaan lingkungan di seluruh area Kecamatan Nanggulan (–FYI– ada 6 desa, dan masing” desa rata-rata ada 8 dusun -___- tapi Alhamdulillaah tidak semua rumah kami survey :D). Pencatatan data ini bertujuan untuk melihat seberapa parah keadaan tempat tinggal penduduk yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan “pembedahan rumah” oleh Pemerintah Kabupaten. Bentuk pengabdian yang lain berupa kegiatan yang dapat mengedukasi masyarakat sekitar sesuai dengan ranah dan bidang yang kami miliki. Nah, yang menjadikan KKN kali ini cukup spesial adalah adanya pelayanan yang kami berikan untuk masyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan praktik di Puskesmas Nanggulan. Meskipun tema KKN kami tidak secara langsung berbicara tentang kesehatan, tetapi sebagian besar dari kami adalah tenaga-tenaga kesehatan. Oleh karena itu, dari Fakultas Kedokteran memberikan amanah kepada kami untuk membantu kinerja petugas kesehatan di puskesmas tersebut. Wow, menurut saya ini adalah pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga ketika dapat “berkomunikasi” langsung dengan masyarakat, khususnya di pedesaan.

Nah, cerita sebenarnya akan saya mulai sekarang. Sudah semenjak pertengahan tahun lalu (2012) saya mendampingi belajar dua anak putri kelas 2 SMP di salah satu smp Islam swasta di Jogja. Biasanya mereka saya panggil mbak “tentee”. Kedua anak putri ini satu kelas, pun rumah mereka juga tidak begitu berjauhan. Waktu pendampingan belajar disepakati 2 kali pertemuan dalam sepekan dan dilaksanakan setiap ba’da Maghrib selama 60-90 menit (kebiasaan melebihi kuota karena lebih banyak candaan dan bercerita). Kagumnya saya, mereka semua sangat bertalenta, seorang memiliki bakat menyanyi dan public speaking-nya bagus, dan seorang lagi memiliki keahlian memainkan gitar dan dia belajar secara otodidak serta memiliki impian menjadi seorang conductor (setalah nonton Nodame dan suka dengan Chiaki-senpai~). Jadi selama saya mengikuti KKN, agenda pendampingan belajar pun terhenti sejenak. Sebenarnya 45 menit waktu tempuh dari Nanggulan-rumah atau rumah-Nanggulan terbilang cukup dekat 😀 tetapi kadang seram dan cukup berbahaya jika pulang di kala gelapnya malam. Oke, dengan terhentinya kegiatan pendampingan belajar semasa saya KKN, maka saya janjikan kepada mereka dengan satu malam yang spesial sepulang dari KKN. Dan mereka mengatakan ingin belajar memasak takoyaki bersama. Mariii~

takoyaki1

Takoyaki are known as octopus (tako) balls. To make takoyaki, a cast iron or electric takoyaki pan with many half-spherical molds is used.

Ingredients:

  • 1 2/3 cup flour
  • 2 1/2 cup dashi soup
  • 2 eggs
  • 1/2 lb. boiled octopus, cut into bite-size pieces
  • 1/4 cup finely chopped green onion
  • 1/4 cup finely chopped benishoga (pickled red ginger)
  • 1/4 cup dried sakura ebi (red shrimp) *optional
  • *For toppings:
  • katsuobushi (dried bonito flakes)
  • aonori (green seaweed powder)
  • Worcestershire sauce or takoyaki sauce
  • mayonnaise

Preparation:

Mix flour, dashi soup, and eggs in a bowl to make batter. Thickness of the batter should be like potage soup. Preheat a takoyaki pan and grease the molds. Pour batter into the molds to the full. Put octopus, red ginger, green onion, and dried red shrimp in each mold. Grill takoyaki balls, flipping with a pick to make balls. When browned, remove takoyaki from the pan and place on a plate. Put sauce and mayonnaise on top and sprinkle bonito flakes and aonori over.

resep diambil dari sini>takoyaki2

Terang Bulan, bulan e kaya rina…. #partsatu

nyam, puas deh bisa makan terang bulan, lebih puas lagi kalau bikin sendiri, yakiiiin 😀

kembali dalam rangka mengisi liburan dan memanfaatkan bahan-bahan donat yang masih ada, akhirnya saya putuskan untuk membuat kue favorit saya, yaitu Terang Bulan. Atau lebih general namanya Martabak Manis, kalau di Bandung namanya Kue Bandung, tapi over all dari kenampakan hampir sama semuanya (mungkin rasanya yang agak beda dikit). Ini saya dapatkan resep dari sini yang kumodifikasi sendiri.

Terang Bulan

Bahan :
700 cc air (kalau yang suka gurih, bisa pakai santan cair, kayak bikin pukis)
500 g tepung terigu protein sedang (pakai yang segitiga biru ya)
1 butir telur
1/2 sdm ragi instan
1 sdt garam
1 sdt soda kue (pas bikin ndak pakai, karena ndak ada, hehe)
1/2 sdt baking powder
50 g gula pasir
1/2 sdt vanilli bubuk

Topping :
Margarin
Coklat meses
Kacang cincang-sangrai
Keju parut
Susu kental manis putih

Cara membuat :
Kocok air bersama telur
Masukkan ragi instan, susu bubuk, garam, soda kue, baking powder, vanili, dan gula pasir, aduk rata.
Masukkan tepung terigu sedikit-sedikit hingga adonan menjadi kental
Diamkan selama 1 jam
Panaskan wajan anti lengket diameter 10 cm
Olesi minyak, lalu lap dengan serbet bersih
Tuangkan adonan dan diamkan hingga kue membentuk sarang (bersarang)
Angkat setelah matang, dan tepiannya garing kriuk kriuk
Oles dengan margarin, dan taburi dengan topping sesuai selera
Lipat dua dan potong
Jadinya 3 loyang (bunderan)

Image

Image
terang bulan coklat-susu, keju-susu, coklat-kacang-susu

Ini resep terang bulan yang biasa, next project akan membuat terang bulan yang favorit di Surabaya, yaitu Terang Bulan Holland, nyam…. 😀

Factory Visit : Anisak Bakery!

bersama Pak Karjo, pemilik Anisak Bakery, salam sukses njih pak 😀

Jalan-jalan dan mencari pengalaman, oh…sungguh hal yang menyenangkan 😀

Pada hari Jumat (sudah lama, sampai lupa kapan), kami (saya dan dua orang teman) melakukan visitasi ke suatu usaha pembuatan roti, namanya Anisak Bakery. Tempat melajunya roda perekonomian ini berada di daerah jalan Imogiri Barat Ngotho. Pada awalnya, jika disuruh mengulangi jalan menuju kesana, pasti lupa, karena memang daerahnya sesuai dengan kriteria blusukan, hehe 😀 Tapi lama kelamaan, seiring berjalannya waktu, jadi hapal jalan menuju kesana (sering malah :p)

Tujuan kami kesana ingin silaturrahim dan lain-lain. Oya sebelumnya, kenapa bisa sampai kesana? Karena pemilik usaha roti tersebut merupakan kenalan yang tidak disengaja dari salah seorang teman saya ketika sedang menunggu antrean membayar pajak. Nah, jadilah kami menyambangi kediaman beliau untuk berguru.

Seorang teman saya, yang mengenal beliau di kantor pajak, ingin belajar mengenai manajemen keuangan dan pemasaran. Sedangkan saya dan teman saya yang lain ingin belajar cara membuat roti dan sistem produksi perusahaan. Sungguh pengalaman berharga yang tak terlupakan, tambah ilmu tambah relasi baru 😀 Alhamdulillah….

Image
it’s ngrusuhi time 😀

Mexican Bun

Viva baking! Lagi-lagi roti. Ini praktiknya dah lama banget, tapi baru sempat posting sekarang. Monggo semoga bermanfaat 😀

Mexican Bun a.k.a Roti Boy
Sumber: Milis NCC, majalah Sedap Sekejap
untuk: 16 roti gede

Bahan:
Bahan A:
500 gr tepung terigu protein tinggi
220 ml air putih (tadi gue pake air anget suam-suam kuku)
11 gr ragi instan
2 butir telur
25 gr susu bubuk

Bahan B:
75 gr salted butter (tadi gue pake unsalted, takut keasinan, kan masih pake garam)
1 sdt garam

Isian:
160 gr salted butter, bagi menjadi 16 bagian @10 gr, bekukan

Bahan Topping:
75 gr unsalted butter
100 gr tepung gula
2 sdm kopi instan (tadi gue pake 1 sdt pasta mocha coffee karena ga punya kopi)
1 butir telur
75 gr tepung terigu protein rendah
20 gr susu bubuk
1/2 sdt essence coffenoir

Cara membuat:
1. Campur semua bahan A, uleni hingga kalis. Masukkan bahan B, aduk dan uleni hingga rata dan elastis.
2. Bulatkan adonan, diamkan 30 menit.
3. Kempiskan adonan, buat timbang @60 gr, pipihkan, isi dengan bahan isian, bulatkan kembali. Diamkan 45 menit.
4. Topping: Kocok mentega, tepung gula dan kopi instan hingga lembut, masukkan telur, kocok merata. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk dengan cara diayak. Terakhir masukkan essence coffenoir, kocok hingga rata.
5. Semprotkan adonan topping ke atas adonan roti dengan plastik segitiga (tambahan: bentuk melingkar seperti obat nyamuk bakar dari puncak roti sampai 3/4 ke bawahnya)
6. Panggang dengan suhu 160 derajat celcius selama kurleb 13 menit. Siap disajikan hangat.

Image
siap masuk kandang :9
Image
dah masuk kandang, siap di panggang!

*mohon maaf, yang jadi malah lupa belum difoto karena keburu habis (alibi :p) ya sekali-kali mendokumentasikan proses setengah matangnya, hehe… dimaafkan yah 😀

 

 

 

Bulat-bulat namanya Donat :D

Inspirasi itu datang darimana saja, kan? Inspirasi pun datang ketika menulis disini. Tapi sebelumnya, inspirasi itu datang ketika berkunjung ke blog-nya dek Anisah. Mmm, jadi pengen bikin donat juga….mengisi liburan sembari menanti buka puasa, asyik 😀

Ini resep donat yang dulu biasa saya buat, nah, ini merupakan resep donat zaman-zaman ketika salah satu produk donat marak dijual di mall-mall besar. Resep ini dapat dari sini. Yok, kita buat lagi donatnya….

Bahan A :
850 gr tepung terigu “cakra” / tepung terigu Jepang (Komachi)
11 gr ragi instant
10 gr garam (tidak dipakai, takut keasinan)
600 ml air matang (kalo pake tepung “cakra”, kurangi 75 – 100 ml)

Bahan B :
200 gr tepung terigu “cakra” / tepung terigu Jepang
10 gr garam
60 gr susu bubuk FC
125 gr gula pasir
100 gr telur (1 telur ukuran sedang itu kira2 50gr beratnya)
125 gr mentega putih / shortening

Cara Membuat :
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit di wadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
2. Campur adonan A dengan bahan B yg telah dicampur (ini lengkeeet), lalu uleni sampai kalis. Lebih kurang 10 menit (waaah capeeek, soalnya lengket banget, huaaa). Istirahatkan di wadah tertutup selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal lebih kurang 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
4. Goreng dalam minyak padat dengan api kecil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.

pesan-pesan yang sayang jika dilewatkan dalam pembuatan donat ini:

– gunakan minyak padat dalam menggoreng donat, agar donat tidak banyak menyerap minyak (jika tidak ada minyak padat, dapat digantikan dengan menambahkan mentega putih/shortening ke dalam minyak goreng)

– gunakan tusuk sate/sumpit untuk memutar donat begitu adonan donat dimasukkan ke dalam penggorengan agar hasilnya cukup bulat dan pemanasannya merata

– ini bagian yang paling penting! kalau udah bikin, ane dibagi ya, hehe 😀

varian topping special: coklat-meses, coklat-keju, coklat-kacang, coklat-strawberry jam 😀

siap dijual, eh :p

MILAD + Buber :D

Suatu hari ketika masih UTS, saya menyelinap ke folder-folder di dalam leptop saya, umm… siapa tahu saya dapat hiburan sesaat di tengah hiruk pikuk UTS 😀

Folder yang saya sambangi adalah my pictures di my documents, rasa hati ingin membuka memori yang lama tersimpan, melihat gambar kawan-kawan dan saya semasa zaman berjuang dahulu, ahihi….

Saya menemukan beberapa foto (di bawah ini) kalau ndak salah foto-foto ini diambil ketika bulan Ramadhan tahun 1432 H atau pada tahun 2010 (bulan apa ya, lupa saya) :p

Foto-foto ini mewakili cerita bahagia kami, tim ZIS dan Danus KSAI, terutama Dina Sept dan mbak Ryzz yang kala itu sedang MILAD, kemudian kami rangkum dalam sebuah acara yaitu buka bersama 😀 (metode berhemat nampaknya) hehe 😀

Image

Image

Image

Haha, kue ini dibuat dan dipersembahkan untuk mereka berdua yang sedang MILAD, merupakan ide brilian ketika kami mengambil keputusan untuk melaksanakannya dalam satu waktu, satu agenda :p yeah

Juga, yang cukup abstrak dari kue ini adalah lilin-nya 😀 kemi menggunakan lilin ajaib alias magic candles, manifestasinya berupa lilin-lilin tersebut hidup kembali ketika sudah ditiup. Memang seru sekali, tapi kami tidak memikirkan sampai kepada efeknya, ketika lilin itu berkali-kali ditiup oleh dua orang, berkali-kali mati kemudian berkali-kali hidup kembali…. pfttt, i hope you know what i mean :p

Teman-teman mau coba juga bikin kue? yang kayak gini? bisa kok, cukup mudah cara membuatnya….

Bahan :

50 gram tepung terigu

25 gram tepung maizena

25 gram susu bubuk

8 butir telur

100 gram gula pasir

50 gram margarin (dilelehkan)

1 sdm ovalet

1 sdt vanili

whipping cream (beli yang bubuk, dibikin sendiri di rumah, insyaAlloh rendah lemak lho coz pakai susu bubuk skim :D)

buah-buahan sesuka hati kamu deh, kalau yang menyesuaikan kantong :p hehe

almond slices (optional, suka atau tidak suka, tafadhol)

Cara Membuat :

Kocok telur, gula, vanili, dan ovalet dengan kecepatan tinggi hingga mengembang dan seperti meninggalkan jejak (berjejak mixer atau pengocoknya)

masukkan campuran tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk yang sudah diayak ke dalam adonan tadi, kocok dengan kecepatan sedang/rendah

masukan lelehan margarin ke dalam adonan (di atas) dengan menggunakan spatula sampai tercampur rata pokoknya

tuang ke dalam dua loyang dengan ukuran dan bentuk yang sama, kemudia dia panggang deh kira-kira 40 menit atau sampai matang, menyesuaikan suhu juga sih 😀

kalau sudah matang, kue dalam dua loyang tadi ditumpuk, boleh kalau mau diolesi selai atau coklat atau sesuka hati sebelum ditumpuk

semangaaaat, hampir jadi ni

tinggal dihias aja pakai whipping cream (cara pembuatan pasti sudah ada di kemasannya)

kemudian dihias, dirapikan, dikasih renda-renda begitu, tambahkan buah-buahan

sip, teman-teman telah berhasil dan sukses membuat Tutty Fruty Tart ini << tiba-tiba kok muncul namanya, aneh sekali si kakak ini

baiklah, see you… selamat MILAD 😀

Menu Syuro’ : Veggies Sushi

tadaaa….

semoga gambar-gambar di bawah ini masih bisa dibilang sushi, tapi apakah benar mereka adalah sushi? monggo dicheck…..

Image

Image

Image

Ini adalah semacam nasi yang digulung-gulung saja ya nampaknya, 😀

disitu ada nasi yang kucampur dengan mayones, harusnya pakai cuka + gula sih, tapi takut kalau terlalu asam jadi pakai mayones saja deh 😀 ditambah wijen juga (harusnya wijen hitam, tapi ndak ada, yasudah pakai seadanya saja) 😀

kemudian alasnya itu namanya nori, tapi itu yang produk korea bukan jepang, cukup berbeda menurutku (perbedaannya apa? coba cari sendiri ya teman”) dan harganya cukup mahal ^^” nori itu dipakai di dasar nasi tadi, kemudian nanti digulung-gulung gitu

Yak, isinya ada apa saja itu : selada, timun jepang (zuccini), alpukat, dan sossis (pakai yang hemat) :p

 

simpel kan ?

 

*efek foto di malam hari bagus juga 😀

Menu Sehat : Bubur Sari Kedelai

Image

Bahan-bahan yang perlu disiapkan :

500 ml sari kedelai

75 g tepung beras putih

25 g susu bubuk

1/2 sdt garam halus

1 helai daun pandan

Saus :

300 ml air

100 g gula jawa

1/2 sdt garam

1 helai daun pandan

Pelengkap :

1 sisir Pisang Ambon

Cara membuat :

Siapkan sari kedelai dalam panci (tapi jangan dipanaskan dulu)

Tuang sedikit demi sedikit tepung beras, susu bubuk, dan tambahkan garam ke dalam panci berisi sari kedelai. Aduk hingga larut tanpa gumpalan.

Panaskan panci, letakan 1 helai daun pandan ke dalamnya. Masak dengan api kecil sampai terus diaduk. INGAT! Terus diaduk lho ya. Aduk hingga mengental, aduk sampai airnya mulai surut. Matikan api.

Untuk membuat sausnya : Panaskan air, kemudian masukan gula jawa yang elah disisir halus. Letakan 1 helai daun pandan. Masak hingga agak mengental dan tercium aroma mewangi.

Oke. Bubur Sari Kedelai siap disajikan. Selamat menikmati.

Umm, sudah paham adik-adik ?

Lalu muncul pertanyaan : “Lalu kak, sari kedelainya bisa didapatkan dimana?”

Ow itu, sari kedelainya kita bisa beli atau bikin sendiri. Kalau menu di atas, kakak menggunakan sari kedelai hasil olahan sendiri. Mau coba ? Gampang kok 😀

Bahan-bahan yang harus dipersiapkan :

100 g kedelai kuning

1400 ml air matang (1:7)

98 g gula pasir (7%)

2 helai daun pandan

1/2 sdt garam halus

1 ruas jahe

Cara membuat :

Cuci kedelai kuning. Rendam kedelai kuning dengan air selama 6-8 jam. Melalui proses merendam ini, volume kedelai akan meningkat menjadi 2 x lipat sehingga yang semula 100 g menjadi 200 g.

Setelah direndam, cuci kembali kedelai. Kemudian rebus kedelai hingga terbentuk busa. Cuci lagi hingga bersih (kalau bisa pisahkan dari kulit arinya)

Kedelai yang telah dicuci kemudian diblender bersama dengan air.

Air yang digunakan adalah 7 x dari berat kedelai setelah perendaman.  Yaitu perhitungannya : kedelai (200 g) x 7 = 1400 ml air. Jadi air yang digunakan adalah 1400 ml.

Setelah diblender, saringlah dengan kain saring yang sangat halus lubangnya, agar tidak terjadi endapan sehingga sari kedelai dapat membentuk konsistensi koloid yang sempurna.

Panaskan sari kedelai pada api sedang.

Tambahkan gula pasir sebayak 7% dari air yang digunakan (1400 ml) sehingga perhitungannya : 7% x 1400 ml = 98 g (100 g)

Masukan garam, daun pandan, dan jahe. Aduk terus sampai meletup dan sedikit berbusa. Jangan lupa, diaduk terus ya agar proteinnya tidak pecah/terdenaturasi. Karena, selain merubah rasa, protein yang terdenaturasi akan mengurangi kualitas dan kuantitas zat gizi 😀

siiip selamat mencoba adik-adik 😀