A SHEEP’S LIFE

IMG_6033

A SHEEP’S LIFE

Here in New Zealand its great to be a sheep — there’s at least 47 million more for reassurance, so they don’t have to do their own thinking . A life of mowing down the grass in paddocks is usually interupted by a trip up the road — where they get to block traffic and annoy motorists(<— bwahahaaa :p). Then the dogs continue to guide them in corrals and towards a sheering shed where they lose all that hot, but valuable, wool. Many also get eaten, but we won’t discuss that here 

~what a fluffy sheep 

by New Zealand Cards

Advertisements

LAKE TEKAPO

IMG_6071

LAKE TEKAPO
(from the lookout)

A pleasant view, on a peaceful morning, of this popular lake. As you head west into the Mackenzie Country from Canterbury, the lookout is to the left before you arrive down at Lake Tekapo – at beach level. Up at the lookout you can see the head of the lake clearly. The area is renowned for much clear weather and good light, though the north westerly wind can be very strong.

by New Zealand Cards

Allahu Akbar
You’re the Greatest who have made this wonderful scenery….

and… can i meet you, hey mountains ?
wanna be there and standing between you ^_^

SUBSIDI DALAM PANDANGAN ISLAM [SUBSIDI UNTUK KEMASLAHATAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT]

Firman Allah Swt., Artinya: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Terj. QS. Al-Maa’idah: 8]Melalui Kementrian ESDM Pemerintah RI telah menetapkan skema pembatasan BBM terhitung 1 April 2012. Sementara teknis skema pembatasan subsidi tersebut masih menjadi pembahasan dengan pihak-pihak terkait.

Menurut pemerintah, subsidi BBM yang selama ini di tanggung pemerintah disamping kurang tepat sasaran, juga sangat membebani APBN kita hingga pada giliranya menghambat pembangunan pada sektor-sektor ekonomi yang lain. Faktor harga minyak mentah dunia yang terus meningkat akibat resesi ekonomi dan ketegangan global juga turut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam rencana kebijakan ini. Dengan makin melambungnya harga minyak dunia secara otomatis beban pemerintah untuk mensubsidi BBM juga makin meningkat., Hal ini semakin menambah beban APBN kita. Perlu di ketahui, bahwa disamping sebagai Negara produsen (penghasil minyak), Indonesia juga merupakan salah satu Negara pengimpor (konsumen) minyak di dunia.

Pemerintah kali ini memang dihadapkan pada pilihan yang sulit dan tidak mudah. Pilihan tetap mensubsidi BBM ditengah harga minyak dunia yang terus meningkat akan membuat APBN kita terkuras. Sementara mengurangi apalagi mencabut subsidi BBM akan berdampak pada kenaikan harga BBM yang akan diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang akan membebani masyarakat, terutama ditengah daya beli masyarakat yang rendah. Namun, sepertinya opsi untuk mengurangi subsidi pada sektor BBM adalah pilihan yang akan diambil oleh pemerintah dalam waktu dekat karena dianggap sebagai win-win solutions dan pilihan paling realistis melihat situasi dan kondisi global saat ini.

Meski rencana pemerintah mengurangi subsidi pada sektor BBM ini belum direalisasikan, tetapi pro-kontra terkait dengan rencana tersebut telah menjadi polemik di masyarakat. Penolakan rencana kebijakan pemerintah ini datang dari beragam pihak. Tidak hanya dari kalangan kampus atau aktifis mahasiswa yang selama ini dikenal kritis dalam menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Dari kalangan ormas Islam dan penggiat dakwah pun turut serta dalam aksi penolakan rencana pengurangan subsidi sektor BBM ini beberapa saat yang lalu.

Pro-Kontra terkait dengan rencana pemberlakuan kebijakan pemerintah ini merupakan dinamika yang dimungkinkan di alam demokrasi sekarang ini, selama cara-cara tersebut dilakukan sesuai dengan koridor hukum dan perundangan yang berlaku. Namun demikian, sebagai bagian dari umat Islam kita selalu diajarkan untuk selalu menelaah dan memilah setiap informasi yang datang agar tidak terjebak dalam situasi yang kontra produktif dengan substansi permasalahan yang sebenarnya (al-tabayyun) sebagaimana yang telah di informasikan Al-Quran (Lihat: QS. Al-Hujaraat: 6).

Ayat ini mengajarkan kepada kaum muslimin agar berhati-hati dalam menerima berita dan informasi. Karena benar dan tidaknya informasi akan menentukan penilaiannya kepada sesuatu dan cara menyikapinya. Jika informasi akurat sehingga membuahkan pengatahuan yang memadahi, maka akan memunculkan penilaian yang benar dan sikap yang tepat. Sebaliknya, jika informasi itu tidak akurat akan mengakibatkan munculnya penilaian dan keputusan yang salah. Dan giliran selanjutnya, muncul kezaliman di tengah masyarakat.

Untuk itu melalui pembahasan sederhana terkait dengan subsidi dalam pandangan Islam. Semoga kita mendapatkan pencerahan dan hikmah yang bermanfaat untuk kita semua sebagai pribadi, bangsa dan umat.

Pengertian dan Fakta Subsidi 

KH. M Shiddiq secara apik dan sederhana dalam tulisanya memaparkan mengenai pandangan Islam tentang subsidi. Subsidi adalah suatu bentuk bantuan keuangan (financial assistance; Arab: i’anah maliyah), yang biasanya dibayar oleh pemerintah, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga-harga, atau untuk mempertahankan eksistensi kegiatan bisnis, atau untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi pada umumnya. Istilah subsidi dapat juga digunakan untuk bantuan yang dibayar oleh non-pemerintah, seperti individu atau institusi non-pemerintah. Namun, ini lebih sering disebut derma atau sumbangan (charity).

Subsidi dapat juga berbentuk kebijakan proteksionisme atau hambatan perdagangan (trade barrier) dengan cara menjadikan barang dan jasa domestik bersifat kompetitif terhadap barang dan jasa impor.Dalam sistem Kapitalisme, subsidi merupakan salah satu instrumen pengendalian tidak langsung. Grossman dalam Sistem-Sistem Ekonomi (1995) menerangkan bahwa dalam sistem Kapitalisme terdapat dua macam pengendalian ekonomi oleh pemerintah, yaitu pengendalian langsung dan tidak langsung. Pengendalian langsung adalah kebijakan yang bekerja dengan mengabaikan mekanisme pasar, contohnya embargo perdagangan dan penetapan harga tertinggi suatu barang. Adapun pengendalian tidak langsung adalah kebijakan yang bekerja melalui mekanisme pasar, misalnya penetapan tarif serta segala macam pajak dan subsidi. (Grossman, 1995).

Subsidi dapat dikategorikan dengan berbagai macam cara, bergantung pada alasan di balik subsidi, pihak penerima, dan sumber pembiayaan subsidi (bisa dari pemerintah, konsumen, penerimaan pajak, dll).

Subsidi dalam Islam

Islam berbeda dengan Kapitalisme. Jika Kapitalisme memandang subsidi dari perspekstif intervensi pemerintah atau mekanisme pasar, Islam memandang subsidi dari perspektif syariah, yaitu kapan subsidi boleh dan kapan subsidi wajib dilakukan oleh Negara termasuk penentuan sektor mana saja yang boleh dan wajib di subsidi.

Jika subsidi diartikan sebagai bantuan keuangan yang dibayar oleh negara maka Islam mengakui adanya subsidi dalam pengertian ini. Subsidi dapat dianggap salah satu cara (uslub) yang boleh dilakukan negara, karena termasuk pemberian harta milik negara kepada individu rakyat (i’tha’u ad-dawlah min amwaliha li ar-ra’iyah) yang menjadi hak pengelola negara. Khalifah Umar bin al-Khaththab pernah memberikan harta dari Baitul Mal (Kas Negara) kepada para petani di Irak agar mereka dapat mengolah lahan petanian mereka.

Atas dasar itu, boleh negara memberikan subsidi kepada individu rakyat yang bertindak sebagai produsen, seperti subsidi pupuk dan benih bagi petani, atau subsidi bahan baku kedelai bagi perajin tahu dan tempe, dan sebagainya. Boleh juga negara memberikan subsidi kepada individu rakyat yang bertindak sebagai konsumen, seperti subsidi pangan (sembako murah), atau subsidi minyak goreng, dan sebagainya.

Subsidi boleh juga diberikan negara untuk sektor pelayanan publik (al-marafiq al-’ammah) yang dilaksanakan oleh negara, misalnya: (1) jasa telekomunikasi (al-khidmat al-baridiyah) seperti telepon, pos, fax, internet; (2) jasa perbankan syariah (al-khidmat al-mashrifiyah) seperti transfer, simpanan, dan penukaran valuta asing; dan (3) jasa transportasi umum (al-muwashalat al-’ammah) seperti kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

Subsidi untuk sektor energi (seperti BBM dan listrik) dapat juga diberikan negara kepada rakyat. Namun perlu dicatat, bahwa BBM dan listrik dalam Islam termasuk barang milik umum (milkiyah ‘ammah). Dalam distribusinya kepada rakyat, Khalifah tidak terikat dengan satu cara tertentu. Khalifah dapat memberikannya secara gratis, atau menjual kepada rakyat dengan harga sesuai ongkos produksi, atau sesuai harga pasar, atau memberikan kepada rakyat dalam bentuk uang tunai sebagai keuntungan penjualannya, dan sebagainya. Di sinilah subsidi dapat juga diberikan agar BBM dan listrik yang didistribusikan itu harganya semakin murah dan bahkan jika memungkinkan, Negara dapat memberikanya secara gratis.

Secara hukum, semua subsidi sebagaimana yang dicontohkan di atas hukum asalnya boleh, karena hukum asal negara memberikan hartanya kepada individu rakyat adalah boleh, selama tidak memberatkan keuangan Negara dan pada sector-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan demi kemaslahatan rakyat.

Pemberian subsidi ini merupakan hak pemimpin dalam mengelola harta milik negara (milkiyah al-dawlah). Kepala pemerintahan atau pemimpin suatu Negara diperkenankan untuk memberikan harta kepada satu golongan dan tidak kepada yang lain; boleh juga mengkhususkan pemberian untuk satu sektor (misal pertanian), dan tidak untuk sektor lainnya. Semua ini adalah hak kepala pemerintahan berdasarkan pertimbangan syariah sesuai dengan pendapat dan ijtihadnya demi kemaslahatan rakyat.

Namun, dalam kondisi khusus (terjadinya ketimpangan ekonomi), pemberian subsidi yang asalnya boleh ini menjadi wajib hukumnya atau sebaliknya, karena mengikuti kewajiban syariah untuk mewujudkan keseimbangan ekonomi (at-tawazun al-iqtishadi). Hal ini karena Islam telah mewajibkan beredarnya harta di antara seluruh individu dan mencegah beredarnya harta hanya pada golongan tertentu sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran yang artinya: “..Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian.” (QS al-Hasyr [59] : 7).

Nabi Saw., pernah membagikan fai‘ Bani Nadhir (harta milik negara) hanya kepada kaum Muhajirin, tidak kepada kaum Anshar, karena Nabi Saw., melihat ketimpangan ekonomi antara Muhajirin dan Anshar.

Dalam konteks persoalan sekarang ini, meksipun lonjakan harga minyak mentah dunia makin meningkat tajam yang berimbas pada membengkaknya anggaran APBN kita untuk mensubsidi BBM, pemerintah tidak boleh serta merta mencabut subsidi BBM secara keseluruhan lalu kemudian melemparkan ke harga pasar. Kebijakan pengurangan subsidi tersebut memang perlu dilakukan (dengan berbagai pertimbangan dan kepentingan yang lebih luas), tetapi harus dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi, penjelasan dan memperhatikan rasa keadilan serta daya beli masyarakat secara umum.

Sekali lagi apapun kebijakan yang akan diambil, kepentingan rakyat adalah yang paling utama dan harus selalu diutamakan. Karena itulah sejatinya fungsi dan peran Negara, yakni: “melindungi setiap warga Negara dan seluruh tumpah darah Indonesia”.

Apabila rencana pengurangan subsidi BBM berhasil dan dapat direalisasikan, maka negara memiliki dana penghematan sebesar Rp 38,3 triliun jika harga BBM naik Rp 1.000/liter dan jika harga BBM naik Rp 1.500 bisa menghemat subsidi BBM sekitar Rp 57 triliun. Saran dan masukan dari kami, hendaknya dana tersebut dapat dialokasikan untuk mendukung dan mengembangkan sektor-sektor yang lebih prioritas seperti sektor pendidikan, keamanan dan kesehatan daripada dialokasikan untuk kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) yang kurang mendidik dan kontraproduktif dengan kemandirian ekonomi rakyat.

Karena khusus untuk ketiga sektor ini, pendidikan, keamanan dan kesehatan, Islam telah mewajibkan Negara untuk menyelenggarakan pelayanan ketiga sektor tersebut secara cuma-cuma bagi rakyat. Bahkan didalam konstitusi kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pemukaan UUD ’45, Pasal 30, 31, hingga Pasal 34) juga telah mengamanahkan bahwa sektor-sektor tersebut adalah merupakan hak setiap warga Negara yang harus ditunaikan oleh negara. Karena itu, jika pembiayaan negara untuk ketiga sektor tersebut dapat disebut subsidi maka subsidi menyeluruh untuk ketiga sektor itu adalah wajib hukumnya secara syar’i. Wallahu a’lambishawab.

[sumber: berbagai sumber, referensi: “Subsidi dalam pandangan Islam” – KH. M. Shiddiq Al-Jawie ]

You aren’t vegetarism, are you ? Part #1


Zaman modern seperti sekarang ini banyak orang yang memilih menjadi seorang vegetarian. Atau jika dikatakan dengan istilah yang lain, yaitu vegetarianisme. Faham ini menjadi sebuah gerakan yang mendunia, yaah… seiring dengan semaraknya globalisasi begitu. Salah satu alasan penting mengapa orang memilih sebagai vegetarian, yaitu mengaitkannya dengan hak-hak binatang, sebab seorang vegetarian itu menganggap mengonsumsi daging dan produk olahannya merupakan suatu pelanggaran terhadap hak-hak hewan tersebut yaitu hewan yang seharusnya hidup tetapi justru dibunuh dan dikonsumsi.

Tidak ada yang melarang seseorang untuk menjadi seorang vegetarian atau non vegetarian. Semua kembali kepada pilihannya masing-masing. Ya, kita sebagai manusia memang harus bersikap penuh kasih sayang dan lemah lembut terhadap semua makhluk yang tercipta di alam raya ini.

            Nah, mari kita mulai mengaitkan sesosok vegetarian menurut beberapa perspektif, dimulai dari mana dulu (hom-pim-pah) yak…

  • Seorang muslim bisa menjadi muslim yang sangat sholeh walaupun dia seorang vegetarian murni, bisa dibilang tidak wajib bagi seorang muslim untuk makan makanan non-vegetarian. Bagaimanapun juga Al Qur’an memperbolehkan kaum muslimin mengonsumsi makanan non-vegetarian. Ayat-ayat berikut adalah bukti bagi fakta ini :

      “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (Al Maidah : 1)

     “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.” (An Nahl : 5)

     “Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan.” (Al Mu’minun : 21)

      Kurasa masih banyak ayat yang menyebutkan tentang karunia Allah yang bisa diambil manfaatnya bagi manusia, seperti hewan ternak, tumbuh-tumbuhan meliputi biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan dan sebagainya. Allah menciptakan itu semua untuk kebutuhan umat manusia, agar manusia bisa mengelola dan menikmati hasil dari pemberian Allah tersebut. Jadi, kenapa kita tidak mensyukuri saja nikmat yang telah diberikan-Nya ? 😀

  • Hmmm, pasti tahu lah ya, seorang vegetarian yang teguh kebanyakan beragama Hindu (iya kan ? iya saja deh ya). Bagi mereka, mengonsumsi makanan non-vegetarian merupakan pelanggaran dalam agama. Tetapi fakta sesungguhnya menunjukkan bahwa kitab-kitab agama Hindu  membolehkan makan daging. Kitab-kitab itu menunjukkan bahwa para Begawan dan orang suci Hindu mengonsumsi makanan non-vegetarian. Di dalam kitab suci umat Hindu disebutkan :

     Orang yang makan daging yang perlu dimakan tidak melakukan keburukan, sekalipun dia melakukan itu setiap hari. Karena Tuhan sendiri menciptakan sebagian menjadi yang dimakan dan sebagian menjadi yang memakan. Manu Smruti, bab 5, ayat 30

     Makan daging boleh untuk pengorbanan. Sudah lumrah diketahui bahwa ini merupakan kebiasaan para dewa. Manu Smruti, bab 5, ayat 31

     Sebenarnya masih banyak hal yang diungkap mengenai konsumsi daging dalam kitab suci mereka, tapi kebanyakan dari mereka menganggap daging merupakan sesuatu yang tidak boleh dimakan (kenapa ? sudah terjawab di awal 😀 apa hayo).

  • Kenapa seorang vegetarian makan dari sumber nabati/tumbuhan ? Kenapa tidak makan daging/hewan dan hasil olahannya ? Yaaah, namanya juga vegetarian mas mbak, vegetarian kan asal katanya dari veggies yaitu sayuran (tunbuhan), otomatis seorang vegetarian ya makanannya dari tetumbuhan. Tetapi, kenapa memilih menjadi vegetarian ? Nah ini jawabannya berulang. Pilihan hidup seorang vegetarian itu didasarkan pada sesuatu yang namanya kasih  sayang dan melindungi hak-hak hewan sebagai makhluk yang bernyawa singkatnya vegetarian berarti anti pembunuhan. Tetapi mari kita balikkan sedikit. Tumbuhan juga merupakan makhluk hidup, tumbuhan juga bernyawa, tumbuhan memiliki kemampuan untuk bernafas, makan, tumbuh, dan lain sebagainya. Ya, kaidahnya tumbuhan= hewan, yaitu makhluk hidup dan bernyawa ciptaan Allah. Menurut penelitian yang dilakukan petani yang terbaru saat ini, menemukan bahwa tumbuhan juga bisa merasakan sakit, senang, sedih, menangis, tetapi manusia tidak diberi kuasa dan kemampuan untuk mengetahui hal tersebut karena kapasitas pendengaran manusia dibatasi dari 20 Hz hingga 20.000 Hz. Oleh karena itu manusia tidak dapat mendengar pada angka kurang dari 20Hz dan lebih dari 20.000 Hz. Jadi jangan melakukan diskriminasi antara tumbuhan dan hewan, meski tumbuhan memang lebih simpel dari hewan, tetapi tumbuhan juga bisa merasakan sakit, seperti hewan ketika perikehewanannya dicabut.
  • Pada kelompok vegetarian, pola konsumsi bahan dari tumbuhan lebih tinggi daripada hewan. Nah, jika semua warga dunia menjadi vegetarian, kira-kira apa yang akan terjadi ? Tak perlu berpikir terlalu rumit, saya boleh ambil contoh mengenai peternakan ya ? Baiklah, singkat cerita, jika kebanyakan orang hanya makan dari sumber nabati saja, maka populasi hewan ternak di muka bumi ini akan surplus alias over-populated disebabkan oleh reproduksi dan perkembangbiakan yang sangat cepat sehingga tidak ada faktor untuk mengendalikan populasi yang mungkin semakin lama semakin membeludak. Yakinlah, Allah dengan ilmu-Nya tahu bagaimana mempertahankan keseimbangan ciptaan-Nya secara sempurna. Tak heran Allah mengizinkan kita makan daging ternak.

To be continued….

mari tanggap, cermat, dan selektif >> GELATIN !!!

6月  5日

Perhatikan sejenak yang ada disekitar kita, GELATIN !!!

I. Pendahuluan

Dalam memproduksi atau membuat makanan banyak bahan-bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan mutu makanan tersebut, baik dari segi rasa, tekstur, maupun warna. Contoh bahan tambahan itu antara lain Monosodium Glutamat (MSG), zat pewarna, gelatin, dan lain sebagainya. Zat-zat tambahan tersebut ada yang diperoleh secara alami, contohnya zat pewarna dari daun pandan, dan ada pula yang diperoleh melalui proses kimia terlebih dahulu, contohnya MSG.

Untuk zat tambahan yang bersifat alami mungkin dampak negatifnya tidak begitu banyak. Yang dilihat dari zat tambahan alami ini biasanya hanyalah halal atau tidaknya sumber zat tersebut. Sedangkan yang melalui proses kimia terlebih dahulu mempunyai dampak negatif lebih banyak dan perlu dosis/takaran penggunaan maksimalnya.

Tapi ada pula zat tambahan yang sumbernya alami yang melalui proses kimia terlebih dahulu. Contohnya gelatin. Gelatin bersumber dari tulang hewan yang diproses dengan larutan kimia hingga larutan tersebut mengental dan mengandung gelatin.
Gelatin sebenarnya mempunyai banyak manfaat dan kegunaan. Oleh karena itu, pada makalah kali ini penulis akan memaparkan tentang apa itu gelatin, sumber, dan kegunaannya.

II. Tinjauan Pustaka

A. Penjelasan Objek

Gelatin adalah suatu jenis protein yang diekstraksi dari jaringan kolagen kulit, tulang atau ligamen (jaringan ikat) hewan. Pembuatan gelatin merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah tulang yang biasanya tidak terpakai dan dibuang di rumah pemotongan hewan. Penggunaan gelatin dalam industri pangan terutama ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul khususnya dalam penganekaragaman produk.

B. Sumber dan ciri-ciri gelatin

Pada prinsipnya gelatin dapat dibuat dari bahan yang kaya akan kolagen seperti kulit dan tulang baik dari babi maupun sapi atau hewan lainnya. Akan tetapi, apabila dibuat dari kulit dan tulang sapi atau hewan besar lainnya, prosesnya lebih lama dan memerlukan air pencuci/penetral (bahan kimia) yang lebih banyak, sehingga kurang berkembang karena perlu investasi besar sehingga harga gelatinnya menjadi lebih mahal.
Sedangkan gelatin dari babi jauh lebih murah dibanding bahan tambahan makanan lainnya. Itu karena babi mudah diternak. Babi dapat makan apa saja termasuk anaknya sendiri. Babi juga bisa hidup dalam kondisi apa saja sekalipun sangat kotor. Dari segi pertumbuhan, babi cukup menjanjikan. Seekor babi bisa melahirkan dua puluh anak sekaligus. Karena sangat mudah dikembangkan, produk turunan dari babi sangat banyak. (www.republika.co.id/infohalal)

Berdasarkan sifat bahan dasarnya pembuatan gelatin dapat dikategorikan dalam 2 prinsip dasar yaitu cara alkali dan asam

  1. Cara alkali dilakukan untuk menghasilkan gelatin tipe B (Base), yaitu bahan dasarnya dari kulit tua (keras dan liat) maupun tulang. Mula-mula bahan diperlakukan dengan proses pendahuluan yaitu direndam beberapa minggu/bulan dalam kalsium hidroksida, maka dengan ini ikatan jaringan kolagen akan mengembang dan terpisah/terurai. Setelah itu bahan dinetralkan dengan asam sampai bebas alkali, dicuci untuk menghilangkan garam yang terbentuk. Setelah itu dilakukan proses ekstrasi dan proses lainnya.
  2. Cara kedua yaitu dengan cara pengasaman, yaitu untuk menghasilkan gelatin tipe A (Acid). Tipe A ini umumnya diperoleh dari kulit babi, tapi ada juga beberapa pabrik yang menggunakan bahan dasar tulang. Kulit dari babi muda tidak memerlukan penanganan alkalis yang intensif karena jaringan ikatnya belum kuat terikat. Untuk itu disini cukup direndam dalam asam lemah (encer) (HCl) selama sehari, dinetralkan, dan setelah itu dicuci berulang kali sampai asam dan garamnya hilang.

Penggunaan gelatin sangatlah luas dikarenakan gelatin bersifat serba bisa, yaitu bisa berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap, pemerkaya gizi, sifatnya juga luwes yaitu dapat membentuk lapisan tipis yang elastis, membentuk film yang transparan dan kuat, kemudian sifat penting lainnya yaitu daya cernanya yang tinggi.

C. Manfaat gelatin dan jenis-jenis produk yang menggunakannya

Gelatin sangat penting dalam rangka diversifikasi bahan makanan, karena nilai gizinya yang tinggi yaitu terutama akan tingginya kadar protein khususnya asam amino dan rendahnya kadar lemak. Gelatin kering mengandung kira-kira 84 – 86 % protein, 8 – 12 % air dan 2 – 4 % mineral. Dari 10 asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh, gelatin mengandung 9 asam amino essensial, satu asam amino essensial yang hampir tidak terkandung dalam gelatin yaitu triptofan.

Fungsi-fungsi gelatin dalam berbagai contoh jenis produk yang biasa menggunakannya antara lain :

  1. Jenis produk pangan secara umum: berfungsi sebagai zat pengental, penggumpal, membuat produk menjadi elastis, pengemulsi, penstabil, pembentuk busa, pengikat air, pelapis tipis, pemerkaya gizi.
  2. Jenis produk daging olahan: berfungsi untuk meningkatkan daya ikat air, konsistensi dan stabilitas produk sosis, kornet, ham, dll.
  3. Jenis produk susu olahan: berfungsi untuk memperbaiki tekstur, konsistensi dan stabilitas produk dan menghindari sineresis pada yoghurt, es krim, susu asam, keju cottage, dll.
  4. Jenis produk bakery: berfungsi untuk menjaga kelembaban produk, sebagai perekat bahan pengisi pada roti-rotian, dll
  5. Jenis produk minuman: berfungsi sebagai penjernih sari buah (juice), bir dan wine.
  6. Jenis produk buah-buahan: berfungsi sebagai pelapis (melapisi pori-pori buah sehingga terhindar dari kekeringan dan kerusakan oleh mikroba) untuk menjaga kesegaran dan keawetan buah.
  7. Jenis produk permen dan produk sejenisnya: berfungsi untuk mengatur konsistensi produk, mengatur daya gigit dan kekerasan serta tekstur produk, mengatur kelembutan dan daya lengket di mulut. (www.indohalal.com)

Gelatin juga banyak digunakan oleh Industri farmasi, kosmetik, fotografi, jelly, soft candy, cake, pudding, susu yoghurt, film fotografi, pelapis kertas, tinta inkjet, korek api, gabus, pelapis kayu untuk interior, karet plastik, semen, kosmetika adalah contoh-contoh produk industri yang menggunakan gelatin.

Penghias kue pada umumnya terbuat dari gum paste juga plastic icing yang mengandung gelatin. Gelatin juga tak hanya terdapat dalam gum paste sebagai penghias kue. Namun juga terdapat dalam kue puding, sirup, maupun permen kenyal. Kebanyakan merupakan produk impor. Bahkan untuk menawarkan kekentalan yang lebih tinggi produsen kecap menggunakan gelatin.

Sedangkan di bidang farmasi, gelatin digunakan sebagai cangkang kapsul. Di Indonesia, kapsul yang beredar adalah kapsul jenis hard. Kapsul ini terbuat dari gelatin, pewarna, pengawet serta pelentur. Menurut informasi yang berasal dari Badan POM gelatin yang masuk ke Indonesia bahannya berasal dari organ sapi. (infohalal Republika)

D. Keadaan kandungan gelatin dalam industri di Indonesia

Untuk keperluan industri dalam negeri Indonesia setiap tahun mengimpor gelatin dalam jumlah yang cukup banyak. Sebagai contoh dapat dikemukakan bahwa pada tahun 2000, Indonesia mengimport gelatin 3.092 ton dari Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Brasil, Korea, Cina dan Jepang. (www.iptekda.lipi.go.id) Menurut Nur Wahid, anggota LPPOM MUI, seratus persen gelatin di Indonesia merupakan produk impor. Di luar negeri, sebanyak 70 persen gelatin terbuat dari kulit babi. (www.republika.co.id) Karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus waspada terhadap produk-produk yang mengandung gelatin seperti permen, kue tart, kosmetika, bahkan cangkang kapsul. Terlebih lagi jika produk-produk tersebut adalah produk impor. Tapi, menurut informasi yang berasal dari Badan POM, gelatin yang masuk ke Indonesia berasal dari organ sapi.

Berdasarkan data dari indohalal.com, gelatin yang sudah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI yaitu Hard Gelatin Capsul Indonesia yang diproduksi oleh PT. Universal Capsules Indonesia, KCPL-Gelatin Produksi Kerala Chemical & Proteins Ltd., dan Halagel TM ( Edible Gelatin, pharmaceutical gelatin,di-calcium phosphat) yang diproduksi oleh Halagel (M) Sdn.Bhd

III. Penutup

A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa gelatin merupakan protein yang diekstraksi dari jaringan kulit hewan yang mempunyai banyak fungsi diantaranya berfungsi sebagai bahan pengisi, pengemulsi (emulsifier), pengikat, pengendap dan pemerkaya gizi, dll.

B. Saran
Dalam mengkonsumsi bahan makanan, hendaknya kita memperhatikan terlebih dahulu apakah produk tersebut adalah produk impor atau tidak. Karena di luar negeri 70 % gelatin berasal dari organ babi. Sedangkan jika produk tersebut adalah produk dalam negeri yang mengandung gelatin, berdasarkan info dari Badan POM, seratus persen berasal dari luar negeri yang bahannya berasal dari organ sapi. Jadi cukup aman untuk dikonsumsi. Tapi pertanyaan lain muncul. Apakah sapi tersebut disembelih atas nama Allah? Wallahua’lam. Dan ini merupakan batu ujian bagi umat Islam apakah mereka tergerak untuk membuat terobosan agar barang yang haram itu tergantikan.

Daftar Pustaka

www.chem-is-try.org

www.indohalal.com
www.iptekda.lipi.go.id
www.republika.co.id