Mini aquatic ecosystem project #sideone

Ingat beberapa tahun silam ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Terpajang aquarium berukuran cukup besar yang menghidupkan suasana di ruang tamu saya. Aquarium tersebut berukuran lebih dari 1 meter panjangnya, yah, cukup untuk hidup ikan Arwana sepanjang lengan orang dewasa :D. Tapi, kini aquarium itu telah tiada setelah peristiwa kematian ikan Arwana yang tidak diketahui penyebabnya. Malang sungguh malang. Kalau pun dijual, tidak bisa dibayangkan harga ikan Arwana tersebut (berlebihan :p). Melalui kejadian ini pula, sekeluarga menikmati makanan yang mungkin adalah makanan yang paling mahal sepanjang hidup kami, yaitu ikan Arwana goreng. Sungguh sebuah ironi >_<” Ajaib benar! Jika mengingat masa lalu yang itu, jadi membuat senyum-senyum sekaligus merasa tidak tega sendiri, kok bisa ya? Kejutan lain di balik kenikmatan dan kemewahan daging Arwana tersebut, ternyata sang ikan sedang menyimpan telur-telur yang siap untuk dikeluarkan. MasyaAlloh ^_^ (saat makan, ada rasa berkecamuk dalam jiwa #uwaduh). Haaa, cukup sudah, itu pengalaman terunik yang masih saya kenang sampai sekarang 😀

Nah, ini baru cerita sebenarnya yang relevan dengan judul, hehe :D. Suatu hari adik saya memberikan opininya “Mbak, bikin aquarium yok. Kata guruku, kepenatan itu akan terobati ketika melihat sesuatu yang menarik, seperti pancaran warna-warni dari tubuh ikan, gerak dan tingkahnya serta keasrian ekosistem air dalam aquarium” (pernyataan dengan saduran :D) Pikir saya, oh benar juga ya. Sudah lama saya ingin memiliki aquarium lagi untuk mewarnai dan menambah keindahan ruangan dalam rumah kami sekaligus sebagai objek memanjakan mata setelah lelah seharian (habis macul nampaknya :p). Tapi kapan ya bisa merealisasikannya ? (sok sibuk, tapi pancen iya :p) Pas lebaran kemarin, kami sowan ke rumah eyang di Solo. Sudah setahun ndak kesana (setahun sekali ke Solo=Lebaran), di halaman rumah ada kolam ikan baru. Saya dan adik langsung tertarik. Kompakan bilang. “Ayo bikin kolam ikan aja!” Ayah mendengar dan bilang. “Yo ndak papa, bikin kecil di depan rumah.” Berawal dari situ lah, proyek ini kami sepakati. (Lho katanya pengen bikin aquarium? tunggu proyek berikutnya…khukhukhu :p)

Hari Rabu (5/9) material yang diperlukan untuk membuat kolam sudah dipesan, terdiri dari pasir, batu bata dan semen. Sore itu juga material sudah siap berada di depan rumah. Proyek ini secara langsung ditangani oleh salah seorang saudara saya yang cukup expert soal bangun-membangun, jadi kami percayakan padanya saja 😀 Mulai membuat kolam hari ini, Kamis (6/9), masih on progress. Foto-foto menyusul yap….to be continued.

 

 

 

Advertisements

14 thoughts on “Mini aquatic ecosystem project #sideone

    1. ikan gurame, bawal, patin
      suatu saat kalau ndak ada lauk bisa njaring, hehe

      kalau di rumah eyang, isinya koi sama kura”, pengen gitu juga
      udah nyicil punya kura”nya

      1. waduh..kui kok kura2ne dicampur karo koi..koinya ndak dimakan sama kura2nya po? saya punya kura2 udah berumur 12 tahun.

      2. kura”nya masih kecil usia 4 tahun mas,
        kehidupan kolam di tempat eyang saya baik-baik saja, hehe, semoga bisa begitu
        nek kura”ne njenengan makan apa mas biasanya ?

      3. hooo,
        sejak kecil Kipow-ku karnivora, skrg sedang adaptasi tak kasih makan pelet, kan mau dicampur sama koi, semoga baik-baik aja 😀

        *eh pelet itu komposisinya apa sih mas? kukira dari ikan eh…

      4. 4 tahun mas, kipow doyan daging-dagingan dan ikan
        pelet itu pakan ikan/kura” mas yang warna merah atau ijo

      5. hehe, pantesan aku juga agak bingung jawabnya
        padahal di komen sebelumnya njenengan dah ngmongin pelet

        oya, kira” ikan/makhluk apa lagi ya yang cocok hidup bersama di kolam ?

      6. lobster indah juga mas, sip sip
        rencana mau nambah kura” lagi, kmren di pasty lihat kura” kepalanya lancip, agak seram tapi unik, warnanya coklat, pernah lihat ?

        oya, sama mau minta rekomendasi tempat jual ikan hias, koi, dan aksesorinya seperti aquarium, tanaman air, juga perlengkapannya gtu, selain di pasty dimana ya mas ? mau servey harga juga…

      7. jenis sulcata bukan?sulcata tau…harganya yg kecil 300rb kalo ndak salah.

        kalo aku belinya di daerah manding dek. soalnya deket rumah..perempatan manding

      8. oh, bukan mas, bukan Sulcata (setelah searching di google) , namanya labi-labi, ya sejenis kura”
        oh oke mas, akan cek dan ricek ke TKP 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s