sepuluh malam, berjuta kenangan!

berapa lapis? ratusan…. *geeer* ketika sedikit canda dilemparkan, beberapa tawa kecil tumpah dari arah teman” yang asyik berbenah menata dan menumpuk kasur, bantal dan sprei

Image
sandwich bantal dan kasur :9
Image
mari berbenah!

Ya, hari ini hari Sabtu (18/8), merupakan hari dimana seluruh agenda “mukim 10 malam” harus disudahi. Yaaah, banyak teman” yang tidak rela berpisah ketika sudah saling mengenal, sudah akrab. Subhanallah, meski hanya 10 malam, kita telah menjadi keluarga. InsyaAlloh, berpisah itu tujuannya bertemu kembali, di kesempatan yang lain, bahkan pertemuan agung di Jannah-Nya, Aamiiin ya Rabbal’alamiin.

Pagi itu, setelah isak tangis yang mengharu biru, melingkupi suasana yang menegangkan ketika mendengar kata “pisah” atau “sampai lah pada penghujung acara” pada sesi penutupan serangkaian agenda 10 malam, kami segera berbenah, membersihkan dan menata kembali kasur, bantal, dan sprei (lihat gambar atas :D). Mbak-mbak, ibu-ibu, dan nenek-nenek saling membantu merapikan tempat kami bermukim selama 10 malam. Yap, di tempat itulah kami menghabiskan waktu bersama siang dan malam dengan berbagai kepentingan. Tempat itu bagi kami menjadi tempat beribadah, beristirahat, berdiskusi, bersendagurau, bersetrika (<<karena ada yg membawa setrika, mbak Wid, semoga dipertemukan kembali ya, aamiiin), dll. Di tempat itu juga, tempat saya mengemas hadiah lomba anak” TPA dan mengerjakan revisi proposal skripsi. MasyaAlloh, pokoknya ngangeni deh….

Selama 10 malam itu pula banyak agenda yang menyenangkan dan tentu saja menambah ilmu. Kalau boleh saya urutkan menurut versi saya, malam hari ba’da sholat Tarawih (saya pasti datang ba’da Tarawih, karena saya selalu sholat di musholla dekat rumah, baru setelah itu langsung tancap gas ke masjid :D), ada kajian kontemporer bersama ustadz yang ternama dan cukup gayeng, membuat rasa kantuk hilang deh, apalagi ketika sesi dari Pak Sutrisno :D. Agenda dilanjutkan dengan agenda pribadi, bisa tilawah, sholat, dzikir, baca buku, dll, kalau saya? tidur dulu (zzz). Nah, agar bisa bangun kembali setelah tidur, teman” biasa pasang alarm HP, benar ? Ini adalah hal yang menarik. Apa? Yaitu ketika alarm menggema dari HP, dan si empunya HP tidak segera bangun, maka akan dibunyi-bunyikan oleh dua orang nenek yang tidur di sebelah saya 😀 Alhamdulillah, selama 10 malam saya pasang alarm dan saya tidak segera bangun, tidak ada yang komentar (termasuk nenek” sebelah saya) karena saya pakai headset, jadi ya saya dengarkan sendiri, hehe….

Masih agenda pribadi, sampai datangnya santapan sahur. Mmm, tapi sebenarnya sekitar jam 2 pagi sudah mulai tercium aroma masakan dari bawah sehingga membuat perut ini tak kuasa menahan rasa ingin makan, tapi harus tetap fokus ibadah dulu 😀 Akan tetapi, memang baiknya, memang sunnahnya, mari kita akhirkan sahur (tapi kalau belum kehabisan ya) :D. Mengenai menu sahur, saya berani memberikan 2 jempol (tangan saja) like this pokoknya. Kenapa? Karena dari sepuluh menu yang dihidangkan lulus sensor, maksudnya menunya sungguh lengkap dan bervariasi, memenuhi syarat gizi seimbang, karbohidrat, lemak, protein nabati/hewani, sumber vitamin dan mineral seperti buah dan sayur. Hal lain yang saya suka adalah seluruh menu sahur itu berkuah juga ada kerupuknya, kriuk:D. Berbicara tentang menu sendiri, saya paling suka…. Rawon! Subhanalloh, enak dan mak nyus 😀 (mohon maaf, tidak sempat mendokumentasikan menu karena tenggelam oleh rasa masakan :p)

Setelah sahur, kami laksanakan sholat Shubuh berjama’ah diikuti dengan kuliahnya (meski dengan kondisi terkantuk :D). Pukul 6 pagi teng, tak sabar menanti kajian fiqh-sunnah bersama Ust. Khudori. Ini ini ini, di sesi ini tidak bisa ngantuk sama sekali, karena ditahan oleh tawa yang sekali-kali muncul di sela-sela materi yang disampaikan beliau. Istilahnya gayeng banget deh, hehe: D

Siang hari, jika tidak ada agenda kampus, saya tidak keluar atau pergi ke suatu tempat. Begitu nyamannya berada disana, serasa lebih dekat dengan Alloh. Allohu Akbar!

Waktu sore, saya harus pulang karena ada amanah mengajar TPA di musholla. Tetapi, meski masih ada agenda yang harus ditunaikan di luar, tidak menyurutkan niat untuk BACK TO MASJID! Begitu, dan seterusnya….

Kepada teman-teman, mbak-mbak, ibu-ibu, nenek-nenek, semoga kita bisa dipertemukan kembali, disana, di 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan. Jika tidak, mungkin di tempat lain di kesempatan yang lain pula, seperti di Jannah-Nya, Aamiiin ya Rabbal’alamiiin….

”Allahumma innaka ta’lamu anna hadzihi al-quluuba qadijtama’at ‘alaa mahabbatika waltaqat ‘alaa thaa’atika watawahhadat ‘alaa da’watika wa ta’aahadat ‘alaa nushrati syarii’atika fawassiq allahumma raabithhaa wa adim wuddahaa.” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya Ya Allah, abadikan kasih sayangnya.”

Image
suatu pagi di atap masjid 😀

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s