You aren’t vegetarism, are you ? Part #1


Zaman modern seperti sekarang ini banyak orang yang memilih menjadi seorang vegetarian. Atau jika dikatakan dengan istilah yang lain, yaitu vegetarianisme. Faham ini menjadi sebuah gerakan yang mendunia, yaah… seiring dengan semaraknya globalisasi begitu. Salah satu alasan penting mengapa orang memilih sebagai vegetarian, yaitu mengaitkannya dengan hak-hak binatang, sebab seorang vegetarian itu menganggap mengonsumsi daging dan produk olahannya merupakan suatu pelanggaran terhadap hak-hak hewan tersebut yaitu hewan yang seharusnya hidup tetapi justru dibunuh dan dikonsumsi.

Tidak ada yang melarang seseorang untuk menjadi seorang vegetarian atau non vegetarian. Semua kembali kepada pilihannya masing-masing. Ya, kita sebagai manusia memang harus bersikap penuh kasih sayang dan lemah lembut terhadap semua makhluk yang tercipta di alam raya ini.

            Nah, mari kita mulai mengaitkan sesosok vegetarian menurut beberapa perspektif, dimulai dari mana dulu (hom-pim-pah) yak…

  • Seorang muslim bisa menjadi muslim yang sangat sholeh walaupun dia seorang vegetarian murni, bisa dibilang tidak wajib bagi seorang muslim untuk makan makanan non-vegetarian. Bagaimanapun juga Al Qur’an memperbolehkan kaum muslimin mengonsumsi makanan non-vegetarian. Ayat-ayat berikut adalah bukti bagi fakta ini :

      “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (Al Maidah : 1)

     “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.” (An Nahl : 5)

     “Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan.” (Al Mu’minun : 21)

      Kurasa masih banyak ayat yang menyebutkan tentang karunia Allah yang bisa diambil manfaatnya bagi manusia, seperti hewan ternak, tumbuh-tumbuhan meliputi biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan dan sebagainya. Allah menciptakan itu semua untuk kebutuhan umat manusia, agar manusia bisa mengelola dan menikmati hasil dari pemberian Allah tersebut. Jadi, kenapa kita tidak mensyukuri saja nikmat yang telah diberikan-Nya ? 😀

  • Hmmm, pasti tahu lah ya, seorang vegetarian yang teguh kebanyakan beragama Hindu (iya kan ? iya saja deh ya). Bagi mereka, mengonsumsi makanan non-vegetarian merupakan pelanggaran dalam agama. Tetapi fakta sesungguhnya menunjukkan bahwa kitab-kitab agama Hindu  membolehkan makan daging. Kitab-kitab itu menunjukkan bahwa para Begawan dan orang suci Hindu mengonsumsi makanan non-vegetarian. Di dalam kitab suci umat Hindu disebutkan :

     Orang yang makan daging yang perlu dimakan tidak melakukan keburukan, sekalipun dia melakukan itu setiap hari. Karena Tuhan sendiri menciptakan sebagian menjadi yang dimakan dan sebagian menjadi yang memakan. Manu Smruti, bab 5, ayat 30

     Makan daging boleh untuk pengorbanan. Sudah lumrah diketahui bahwa ini merupakan kebiasaan para dewa. Manu Smruti, bab 5, ayat 31

     Sebenarnya masih banyak hal yang diungkap mengenai konsumsi daging dalam kitab suci mereka, tapi kebanyakan dari mereka menganggap daging merupakan sesuatu yang tidak boleh dimakan (kenapa ? sudah terjawab di awal 😀 apa hayo).

  • Kenapa seorang vegetarian makan dari sumber nabati/tumbuhan ? Kenapa tidak makan daging/hewan dan hasil olahannya ? Yaaah, namanya juga vegetarian mas mbak, vegetarian kan asal katanya dari veggies yaitu sayuran (tunbuhan), otomatis seorang vegetarian ya makanannya dari tetumbuhan. Tetapi, kenapa memilih menjadi vegetarian ? Nah ini jawabannya berulang. Pilihan hidup seorang vegetarian itu didasarkan pada sesuatu yang namanya kasih  sayang dan melindungi hak-hak hewan sebagai makhluk yang bernyawa singkatnya vegetarian berarti anti pembunuhan. Tetapi mari kita balikkan sedikit. Tumbuhan juga merupakan makhluk hidup, tumbuhan juga bernyawa, tumbuhan memiliki kemampuan untuk bernafas, makan, tumbuh, dan lain sebagainya. Ya, kaidahnya tumbuhan= hewan, yaitu makhluk hidup dan bernyawa ciptaan Allah. Menurut penelitian yang dilakukan petani yang terbaru saat ini, menemukan bahwa tumbuhan juga bisa merasakan sakit, senang, sedih, menangis, tetapi manusia tidak diberi kuasa dan kemampuan untuk mengetahui hal tersebut karena kapasitas pendengaran manusia dibatasi dari 20 Hz hingga 20.000 Hz. Oleh karena itu manusia tidak dapat mendengar pada angka kurang dari 20Hz dan lebih dari 20.000 Hz. Jadi jangan melakukan diskriminasi antara tumbuhan dan hewan, meski tumbuhan memang lebih simpel dari hewan, tetapi tumbuhan juga bisa merasakan sakit, seperti hewan ketika perikehewanannya dicabut.
  • Pada kelompok vegetarian, pola konsumsi bahan dari tumbuhan lebih tinggi daripada hewan. Nah, jika semua warga dunia menjadi vegetarian, kira-kira apa yang akan terjadi ? Tak perlu berpikir terlalu rumit, saya boleh ambil contoh mengenai peternakan ya ? Baiklah, singkat cerita, jika kebanyakan orang hanya makan dari sumber nabati saja, maka populasi hewan ternak di muka bumi ini akan surplus alias over-populated disebabkan oleh reproduksi dan perkembangbiakan yang sangat cepat sehingga tidak ada faktor untuk mengendalikan populasi yang mungkin semakin lama semakin membeludak. Yakinlah, Allah dengan ilmu-Nya tahu bagaimana mempertahankan keseimbangan ciptaan-Nya secara sempurna. Tak heran Allah mengizinkan kita makan daging ternak.

To be continued….

Advertisements

7 thoughts on “You aren’t vegetarism, are you ? Part #1

  1. justru kebalikannya, jika semua menjadi vegetarian, maka bukan surplus ternak yg terjadi tapi seluruh dunia bisa berkecukupan makanan. Pemeliharaan ternak secara industrialisasi merusak sumber daya alam, air contohnya. Jadi sebaiknya anda belajar dulu sebelum menulis

    1. Saya berusaha berpikir secara objektif,

      Dalam kehidupan di dunia ini kita bersinergi, dalam hal ini, saya ambil contoh hewani dan nabati, keduanya memiliki fungsi yang bersimbiosis, tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya

      Sapi (contoh hewan) memang membutuhkan rumput (contoh tumbuhan) untuk makanannya. Untuk bernapas, sapi membutuhkan oksigen. Oksigen dihasil kan oleh tumbuhan pada saat fotosintesis. Pada proses fotosintesis, tumbuhan membutuhkan gas karbon dioksida. Karbon dioksida dihasilkan dari pernapasan hewan dan manusia.

      Di samping itu, untuk kesuburannya tumbuhan memerlukan zat-zat mineral yang berasal dari hewan. Zat-zat mineral tersebut ada yang berasal dari penguraian kotoran sapi atau bangkai hewan yang mati.

      Coba jika anda pergi ke daerah Wonosobo, Salatiga, atau daerah penghasil sayur-mayur, disana menggunakan pupuk dari kotoran ternak, oleh karena itu hasil pertanian di sana sangat bagus dan segar-segar, dari sana lah sayur mayur yang mungkin dijual di pasar atau supermarket di daerah anda, apalagi sekarang zamannya sayur organik. Berbeda dengan sayur-mayur yang ditanam tanpa pupuk atau menggunakan pupuk kimia.
      Sekali lagi mari kembali ke alam, ketika masih ada yang alami, mengapa kita menggunakan bahan kimia yang justru dapat menjadi sumber pencemar.
      Nah, sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat, vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh. Jadi bagus dikonsumsi setiap hari, apalagi bahan-bahan tersebut adalah bahan yang segar sehingga menarik nafsu makan kita. Right ?

      Dari uraian tersebut, jelas terlihat bahwa antara hewan dan tumbuhan terdapat hubungan yang saling membutuhkan. Hewan membutuhkan tumbuhan dan tumbuhan pun membutuhkan hewan.
      Saya sedikit mengoreksi kalimat anda bolehkan ?
      Jika hewan/ternak tidak dimanfaatkan dengan baik, maka akan terjadi surplus, maka apa yang akan terjadi di dunia ini jika jumlah ternak melebihi populasi manusia ?

      Berbicara mengenai ternak, memang ada kelebihan dan kekurangannya. Anda tahu CH4 dari limbah kotoran sapi ? Ternyata lebih berbahaya lho dari CO lho ? yakin…
      Tinggal bagaimana kita berpikir cerdas dalam memanfaatkan limbah tersebut.
      Saya mengamati, zaman sekarang sudah cukup maju, melihat perkembangan teknologi yang pesat. CH4 yang lebih merugikan daripada CO itu sekarang sudah banyak dimanfaatkan oleh petani untuk membuat biogas, alternatif bahan bakar, pasti anda tahukan ya ?

      Namun dari diri saya, tidak membatasi bahwa bahan hewani dari ternak saja, produk hewani juga ada yang berasal dari area perikanan. Mungkin anda sudah tahu, bahwa ikan, terutama ikan laut mengandung zat gizi yang sangat penting bagi manusia.
      Adakah sumber omega 3, omega 6, albumin yang berkualitas di bahan nabati ? saya rasa tidak ada

      Oleh karena itu, memang dibutuhkan keseimbangan antara pemanfaatan produk hewani dan nabati.
      Saling melengkapi dan tidak berlebihan 😀
      Makan itu terdiri dari 3 hal :
      Jenis, yaitu makanlah makanan dari sumber yang bervariasi, baik hewani maupun nabati untuk mencukupi kebutuhan gizi kita
      Jumlah, yaitu disesuaikan dengan porsi dan kebutuhan energi kita dalam sehari
      Jadwal, yaitu waktu yang tepat dalam menentukan kapan kita akan makan juga jarak waktu antar makan
      ingat juga pesan 13 PUGS atau 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang

      Tetapi, hidup itu pilihan lho. Tidak ada yang melarang, baik menjadi seorang non-vegetarism maupun vegetarism. Saya berpikir secara ilmiah, karena beberapa pasien/orang yang mengidap suatu penyakit kadang dianjurkan untuk menjadi seorang vegetarism karena ada suatu hal dengan pola makannya.

      Ketika kita diberikan anugrah yang melimpah oleh Tuhan, mengapa kita tidak memanfaatkan saja dengan baik dan selalu bersyukur atas nikmat yang Dia berikan ?

      “Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

      *mohon dimaafkan jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati anda

  2. argumennya menarik…
    klo diarahkan ke industri ternak, maka argumen dari mas firman yang lebih kuat. konsumsi air dan rumput yang sangat besar, penggunaan lahan, gas mehane yang dihasilkan, efek rumah kaca, pergeseran keseimbangan ekosistem lingkungan, itu isu-isu yang sering dibawa untuk menentang konsumsi daging. asumsi yang dipakai kak lemon juga kurang kuat. jika semua orang menjadi vegetarian, surplus makanan yang dikhawatirkan terjadi belum tentu terbukti. mekanisme pasarnya tidak memungkinkan.

    tapi…saya suka bakso. maka saya ikut kak lemon aja. argumen argumen yang dibangun tentang efek buruk industri ternak masih debatable. belum harga mati. dan ada argumen-argumen yang bisa mematahkan argumen-argumen anti daging. sekarang kita pertimbangkan hal lain juga. pertama, ekonomi. industri ternak itu industri besar. perekonomian dunia bisa runtuh jika semua orang tiba-tiba berhenti mengkonsumsi produk ternak. coba dipertimbangkan berapa orang yang akan kehilangan pekerjaan, juga negara yang akan runtuh seketika.

    kedua, kebutuhan gizi. ada beberapa zat gizi yang hanya bisa diperoleh dari sumber hewani. kebutuhan gizi yang seimbang hanya bisa diperoleh dengan mengkonsumsi makanan secara seimbang juga. kebanyakan orang berpikir mengkonsumsi makanan botani pasti aman. sebenarnya ndak juga. makan tomat dan wortel kebanyakan menimbulkan efek yang tidak bagus bagi tubuh. konsumsi vitamin e yang berlebih malah bisa menimbulkan kanker. protein+karbohidrat ketika dimasak bersama juga menghasilkan senyawa karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh. jadi jangan mudah tertipu, makanan botani maupun hewani sama-sama berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. keseimbangan dari keduanya adalah yang terbaik bagi tubuh.

    ketiga, luas lahan. bayangkan jika semua orang tiba-tiba berubah menjadi veggies, berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi manusia?luas lahan pertanian yang ada di dunia tidak akan cukup. hal ini tidak akan terjadi jika manusia mengkonsumsi produk botani dan hewani secara seimbang. alasannya sederhana. karena pada banyak kasus, lahan yang dipakai bertani juga digunakan untuk beternak. dengan luas lahan yang sama, selain bisa mendapatkan produk bertani, kita juga bisa mendapatkan produk hewani. jadi irit kan 😀

    keempat, yang paling penting. bakso itu enak. kelezatannya tidak tertandingi. produk makanan botani dimanapun tidak ada yang bisa menyaingi. saya tidak akan rela jika makanan selezat itu hilang XD.

    1. terima kasih kakak kurotsugi,
      yak, wawasan saya jadi tambah terbuka dengan diskusi semacam ini….
      saya kurang suka akan perdebatan,
      bahkan Rasulullah SAW saja tidak menganjurkan hal yang demikian,
      tetapi semoga saya bisa mengambil sisi positif-nya, yaitu dapat menambah pengetahuan, juga menjadi semakin tanggap terhadap problematika yang sebenarnya terjadi di sekitar kita

      jazakallah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s